MANNA – Praktik penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di SPBU Simpang Manna kembali menuai sorotan tajam. Sejumlah konsumen melaporkan dugaan penyalahgunaan barcode MyPertamina milik orang lain oleh oknum petugas SPBU untuk melayani pengisian BBM kendaraan tertentu.
Dugaan ini mencuat setelah beberapa warga merasa heran karena kuota BBM subsidi mereka tiba-tiba habis, padahal mereka belum melakukan pengisian pada hari tersebut.
Konsumen Temukan Kejanggalan Data
Kecurigaan warga bermula saat mereka mencoba melakukan pengisian BBM di SPBU berbeda. Mesin pemindai menunjukkan bahwa nomor polisi kendaraan mereka telah melakukan transaksi di SPBU Simpang Manna. Hal ini tentu merugikan pemilik kendaraan yang sah karena kehilangan hak atas jatah BBM subsidi mereka.
“Saya kaget saat petugas bilang kuota saya sudah terpakai hari ini di Simpang Manna. Padahal dari pagi mobil saya hanya terparkir di rumah,” keluh salah satu warga yang merasa menjadi korban pencatutan identitas digital tersebut.
Modus operandi ini diduga melibatkan oknum yang mengumpulkan data barcode warga untuk memuluskan pengisian BBM bagi kendaraan “pelangsir” atau pihak yang tidak berhak
.
Baca Juga:Samapta Polres Pagaralam Cek Ruang Tahanan untuk Pastikan..
Desakan Pengawasan Ketat dari Pihak Pertamina
Warga mendesak PT Pertamina dan pihak kepolisian segera mengusut tuntas dugaan kecurangan ini. Mereka meminta manajemen SPBU Simpang Manna memperketat pengawasan terhadap para operator di lapangan agar tidak ada lagi penyalahgunaan data milik masyarakat.
Selain itu, masyarakat berharap Pertamina memberikan sanksi tegas jika terbukti ada keterlibatan oknum SPBU dalam praktik ilegal ini. Penggunaan barcode orang lain bukan hanya melanggar aturan distribusi, tetapi juga masuk dalam kategori tindak pidana pencurian data pribadi.
Transparansi Distribusi BBM Subsidi
Hingga berita ini turun, masyarakat masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU Simpang Manna. Warga menginginkan sistem pengisian BBM subsidi kembali berjalan secara transparan dan tepat sasaran tanpa ada manipulasi data.
Pengawasan digital melalui aplikasi MyPertamina sejatinya bertujuan untuk mencegah kebocoran subsidi. Namun, tanpa pengawasan ketat di tingkat operator, celah kecurangan seperti penggunaan barcode milik orang lain tetap berpotensi merugikan masyarakat luas.





