Pagaralam – BRIGADE sebut aktivitas pendakian Gunung Dempo berjalan normal. Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo menyebut aktivitas pendakian gunung tersebut berjalan normal meskipun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menetapkan Kota Pagaralam dengan status siaga bencana banjir dan longsor.
“Aktifitas pendakian Gunung Dempo tetap berjalan normal seperti biasanya,” kata Sekretaris Balai Registrasi Gunung Merapi Dempo (BRIGADE) Desta Ndruru dikonfirmasi dari Palembang, Jumat. Kendati demikian ia mengimbau para pendaki untuk menyediakan perlengkapan yang memadai seperti jas hujan, tenda, matras atau alat pendakian lainnya dan menghindari area – area yang rawan longsor. Pihaknya mengimbau kepada para wisatawan pendaki Gunung Dempo agar tetap menjaga kesehatan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak masuk ke kawah dan tidak mengganggu CCTV di kawasan Gunung Merapi Dempo, serta menjaga kearifan lokal.
Selain itu BRIGADE juga memastikan seluruh kelengkapan pendaki dan bekal konsumsi yang dibawa selama pendakian. “Tetap survive dan sehat, kami terus memberikan pengarah kepada pendaki untuk tidak turun ke kawah, dan tidak mengganggu CCTV di kawah,” ujarnya. Sementara sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menyebutkan lima daerah telah menetapkan status siaga bencana banjir dan longsor. Kalaksa BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana di Palembang, Kamis, mengatakan lima daerah itu adalah Ogan Komering Ulu (OKU), Pagar Alam, Prabumulih, Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin.
Baca Juga : Epic Games rayakan diskon natal, Hogwarts Legacy bisa diklaim gratis
Ia menjelaskan informasi BMKG menyatakan jika puncak musim hujan di Sumsel terjadi pada Desember 2025 hingga Maret 2026.Badan Registrasi Gunung Dempo (Brigade) belum berencana menutup jalur pendakian maupun area pendakian di sekitar puncak Gunung Dempo, meski aktivitas v ulkanik gunung api aktif satu-satunya di Sumatera Selatan itu belakangan meningkat. Ketua Brigade, Angga SR, mengatakan kondisi saat ini masih relatif aman karena Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum menaikkan status Gunung Dempo. Namun, ia tetap melarang pendaki mendekati atau duduk di bebatuan sekitar bibir kawah.
“Sampai hari ini kegiatan pendakian dan berkemah masih relatif aman dilakukan, dengan syarat tidak boleh mendekat dan duduk terlalu dekat di bibir kawah,” kata Angga. Keputusan tetap membuka jalur pendakian diambil berdasarkan keterangan sejumlah pendaki yang berada di lokasi saat letusan kecil terjadi pada Selasa (19/8/2025). Mereka hanya mencium bau belerang menyengat, tanpa melihat tanda-tanda letusan yang signifikan.
“Dari cerita pendaki terakhir yang turun, saat meletus mereka hanya merasakan bau belerang saja,” ujarnya. Angga menambahkan, sejak 15 hingga 17 Agustus lalu tercatat sekitar 750 pendaki berkemah di puncak Dempo untuk merayakan HUT ke-80 RI. Saat letusan terjadi Selasa pagi, masih ada sekitar 60 orang di pelataran Dempo. “Alhamdulillah semuanya selamat. Mereka memang sedang dalam proses turun, dan tim Brigade juga segera melakukan penyisiran. Tidak ada pendaki yang cidera,” tutupnya.






